Pages

Rabu, 30 November 2011

Atas Nama Ta'aruf??

Bismillahirrahmanirrahiim…
…….
Assalamu'alaykum Warahmatullah Wabarakatuh
Sahabat fillah rahimakumullah,,
Atas nama taaruf (nasehat dari ukhti untuk ukhti kepada
Akhi)
... oleh Ghuroba' Fii Akhiriz Zamaan


Atas nama Ikhwan, atas nama Akhwat
Atas nama Ta'aruf

Saudaraku.... saudariku...
akhi fillah, ukhti muslimah....

Sungguh pun ta'aruf bukanlah sebuah permainan.... bukan
sekedar coba-coba... bukan sekedar perkiraan...

"hmm..siapa tau cocok..."

"hmm...siapa tau jodoh..."

"siapa tau... siapa tau..."

atau bahkan...

" Hmm.... lumayanlah...buat hepi-hepian...???????"


Astaghfirullah....
Sungguh... Ta'aruf itu bukanlah sebuah keisengan seperti
itu....!!!!

Bagaimana mungkin SATU-SATUNYA JALAN YANG
DIHALALKAN OLEH ALLAH... OLEH ISLAM.. adalah sebuah permainan iseng... permainan coba-
coba... sebuah
kesenangan terselubung...??????

Bagaimana mungkin suatu upaya untuk menghindari
PACARAN... justru tanpa disadari
masuk dalam PACARAN tersebut...
Bagaimana mungkin sebuah upaya untuk membuahkan suatu
yang suci...
suatu ikatan yang mahal harganya...
sebuah perjanjian agung yakni PERNIKAHAN
adalah sebuah lelucon yang bisa dilakukan dengan siapa
saja...
siapa saja yang mau... siapa saja yang ada...
atau sebuah iseng-iseng berhadiah...???????????????

Dengan perkataan...

"coba ah...sama dia...siapa tau...hehehe..???????????"


TA'ARUF BUKAN HAL-HAL REMEH TEMEH SEPERTI ITU....!!!!!!!
TA'ARUF ITU SUNGGUH SUCI...!!!


Sungguh bukan hak Ana untuk berkata demikian sebenarnya...
Ana bukan siapa-siapa... bahkan Ana adalah orang yang sangat-sangat awam dengan masalah ini....
Tapi... sungguh miris hati ini ketika melihat realita...
ta'aruf seakan jadi sebuah solusi atau jalan lain karena tidak
boleh pacaran...!!!
Akibatnya...???
ta'aruf tiada bedanya dengan pacaran...???
Lalu...???
ta'aruf adalah pacaran hanya dibungkus dengan SELIMUT ISLAMI... ????????

Jika pacaran yang dibicarakan adalah... (hmm..mungkin ..)
 "sayang...ketemuan yuk..."

Ta'aruf...
"ukhti...sholat tahajud dulu...??????????"
"akhi, jangan lupa kajiannya...?????????"

Jika pacaran mengungkapkan perasaan dengan
"sayang...aku cinta kamu..."

Ta'aruf ...??
"akhi/ukhti...sungguh hati ini mencintaimu karena Allah...????"
"Ana Uhibbuka/Uhibbuki Fillah"



Sms-sms penuh perhatian... tiap hari... tiap jam...
Telepon-telepon mengobrol kehidupan sehari-hari...
Chatting..???
YANG DIBICARAKAN...??????? hmm..tidak jauh beda...!!!
Kiranya semuanya telah tau...
Bahwa wanita adalah fitnah terbesar bagi seorang laki-laki...
Namun... Ana seorang laki-laki... dan ukhti pun wanita...
Tapi kita juga tau... bahwa perhatian laki-laki... kasih
sayangnya... sikap
melindunginya... kesetiaannya adalah cobaan yang tidak
kalah hebatnya bagi
seorang wanita...


Mungkin bagi para akhwat pada awalnya akan berkata...

"iih...iseng bgt sih..."

"nyebelin..."

"ganjen..."

"TP TP..."

"ngapain sih ngajak-ngajak ta'arufan nggak jelas.."


TAPI.... kita semua juga tau....
Cinta itu tumbuh karena terbiasa...




terbiasa dekat...




terbiasa ada...




terbiasa bersama...




terbiasa berantem...




terbiasa saling menyapa...




terbiasa diberi perhatian...




terbiasa saling mengobrol... hmm...




Cinta itu teramat bening...
saat ini tiada apapun... namun perlahan... tanpa kita sadari...
dia sudah menjalar ke seluruh bagian jiwa kita,,, menguasai kita...
Awalnya mungkin kita akan merasa sebal dengan  kehadirannya...
Terganggu oleh sms-sms isengnya....
Terganggu oleh pertanyaan-pertanyaan anehnya....
Namun... tanpa kita sadari...


saat ia tiada...


saat sms tak kunjung tiba...


saat telepon tak berdering lama....????


akan ada perasaan kehilangan....


setiap saat melihat ke HP... menunggu deringnya...


setiap saat melongok ke komputer... menunggu  onlinenya.....


Dan itukah...??? itukah saudaraku....???
yang dinamakan dengan..."MENCINTAI KARENA ALLAH...???"

itukah...????
itukah....?????????

ya akhi... para ikhwan.... termasuk diri Ana!!!
sungguh hati wanita lemah....
hati wanita itu mudah terjangkiti virus....
bukan, bukan karena Ana menganggap lemah wanita...
Justru dengan penyemangat seperti para ikhwan, mereka
akan kuat...
Lalu bagaimana jika kita telah jatuh cinta...
bagaimana ternyata hati kita sudah saling merindu...
menginginkan adanya kebersamaan...
merindukan adanya kasih yang tanpa akhir...
sementara.... KITA BELUM HALAL....!!!!!!
DAN BAHKAN MUNGKIN KITA TIDAK AKAN PERNAH JADI
HALAL....!!!!!!


sanggupkah engkau pertanggungjawabkan sms-sms
mesramu...???



sanggupkah engkau pertanggungjawabkan sms-sms
tausyiahmu...???



lalu, kenapa hanya tausyiah pada akhwat Fulanah atau
Ikhwan Fulan...???



sangggupkah engkau pertanggungjawabkan telepon
mesramu...???



sanggupkah engkau pertanggungjawabkan tangisnya karena
mulai merindukanmu...???



mulai berharap padamu...???



sanggupkah kau pertanggungjawabkan itu semua...???



Tolong, kami hanya ingin menjaga diri. Menjaga amal kami
tetap tertuju pada-NYA.
Karena janji Allah itu pasti. Wanita baik hanya diperuntukkan
laki-laki baik.
Ya akhi.... para ikhwan... calon pemimpin akhwat di masa
depan....
Jika engkau benar-benar serius... mengapa engkau hanya
bersembunyi dibalik internetmu...???

Bersembunyi dibalik HPmu...???

Bersembunyi dalam kata-katamu...????????

mereka para akhwat sudah lelah dengan semua itu...
sungguh pun para akhwat tidak mengharapkan seorang laki-
laki BERMENTAL TEMPE...

yang hanya berani di dunia maya...

yang hanya berani di dunia sms...

dan yang lari dari tanggungjawab setelah merasa tidak
cocok....

Jika engkau memang  sungguh serius...


DATANGLAH PADA ORANGTUA MEREKA...!!!
JAWAB PERTANYAANNYA DENGAN LANTANG...!!
DIHADAPANNYA DAN DIHADAPAN KELUARGANYA...!!!!
JAWAB PERTANYAANNYA SECARA LANGSUNG....!!!!


Para wanita shalihah ini ingin pemimpin yang berani....
Para wanita yang ingin menjaga diri...
Wanita yang tidak ingin diberi harapan palsu... janji gombal....
Wanita yang hanya ingin dengan laki-laki yang halal.....


DENGARLAH AKHI... PARA AKHWAT ADALAH WANITA YANG
BERBEDA...!!!!!!
PERNIKAHAN ADALAH KESUCIAN....
DAN JALAN MENUJU PERNIKAHAN TENTUNYA HARUS SESUCI
PERNIKAHAN ITU PULA...!!!
MAUKAH JIKA SAUDARI PEREMPUANMU, DIPERMAINKAN
DENGAN JALAN SUCI BERNAMA TA'ARUF...???


Sekali lagi Ana bukan siapa-siapa...!!!
Siapalah yang bicara ini, jangankan untuk memilih "permata"
sedangkan diri ini hanyalah "sebutir pasir" yang wujud di
mana-mana.
Tetapi Ana juga punya kriteria seperti mereka, para ikhwan
yang lain, melamar wanita yang siap sedia diajak untuk menuju
jannah-Nya, membentuk Baiti Jannati
dan begitu pun para akhwat
dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli syurga,
memimpinnya ke arah tujuan yang satu.
Tidak perlu para akhwat sekaya dan semulia Khadijah,
juga sifat selembut Fatimah binti Muhammad, seanggun
Aisyah binti Abu Bakr,
Seikhlas Ummu Thalhah, atau pun berwajah cantik secantik
Zulaikha
yang jadi "rebutan" para mujahid-mujahid Allah untuk datang
melamar
Dan tak perlu para ikhwan memiliki wajah setampan Nabi
Yusuf Alaihisalam,
juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman
Alaihisalam,
atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu
alaihi wa sallam,
yang mampu mendebarkan hati jutaan gadis untuk membuat
para akhwat terpikat.

Andainya memang berjodoh yang tertulis di Lauh Mahfuz,
Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hati.
Itu janji Allah. Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan
ikatan yang sah,
selagi itu jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita
masih tidak mempunyai hak untuk begitu.
Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan.
ditakutkan perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi
kesan yang tidak baik dalam kehidupan kelak.
Tentu tak banyak permintaan bagi calon qowwam dan
bidadari Rumah Tangga.
Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu demi mencari
ridha Illahi.
Tentu akan terasa amat bernilai andai dapat
menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuangan.
Bahkan akan amat sangat bersyukur pada Illahi kiranya diri-
diri inilah yang ditakdirkan meniup semangat juang,
mengulurkan tangan untukmu berpaut sewaktu rebah atau
tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan
kemenangan atau syahid.

0 komentar:

Posting Komentar