Manusia wajib mencintai Allah, Rasulnya dan mencintai segala hal yang
disenangi oleh Allah dan Rasul-nya, serta mencintai para wali-nya dan
ahlu tha'at.
Bila cinta itu benar , pasti akan nampak
pengaruhnya pada anggota tubuh. Anda akan melihat seseorang yang
benar-benar mentaati Allah dan mengikuti Rasul-Nya shalallau 'alaihi
wasallam maka ia akan beribadah dengan betul kepada Allah, merasa nikmat
dan bersegera mengerjakan segala sesuatu yang disenangi Allah, baik
berupa perkataan ataupun perbuatan. Dan anda akan melihatnya bersikap
hatihati agar tidak bernuat maksiat dan segera menjauhi apabila bertemu
maksiat dan segera menjauhinya (bila bertemu kemaksiatan). Bahkan ia
akan membenci dan marah terhadap orang yang berbuat maksiat.
Dan
tanda kesempurnaan tauhid seseorang ada dalam perasaan Cinta karena
Allah dan benci karena Allah melihat karena Allah, menahan (tidak
memberi) karena Allah dan Allah sebagai satu-satunya Illah yang berhak
disembah.
Siapa yang mengaku cinta kepada Allah dan tidak
merasa seirama dengan-Nya itu adalah tidak benar. Allah mensyaratkan
alamat(tanda) cinta kepada Allah adalah mengikuti (ittiba) kepada nabi
Muhammad shalallau 'alaihi wasallam, sebagaimana dalam firman-Nya yang
artinya: Katakanlah (Muhammad) jika kamu sekalian mencintaai Allah, maka
ikutilah aku niscaya Allah akan cinta kepadamu dan akan mengampuni
dosa-dosa kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.(Ali Imran:
31).
Tanda cinta seorang hamba kepada Allah adalah:
1). Al-Qashdu (Tujuan), yaitu menjadikan tujuan hidup hanya untuk Allah.
2).
At-Ta'dzim (Mengagungkan) Allah. Sebagaimana dalam firman-Nya Dan
orangorang yang beriman lebih besar dintanya kepada Allah. (Al-Baqarah:
165).
3). Al-Khauf dan Raja' (Takut dan Berharap) hanya
kepada Allah. Abu Laits As- Samargandi mengatakan khauf kepada Allah
akan nampak pada tujuh anggota badan seseorang ;
a. Lisan, ia akan
berpuasa dari ucapan dusta, ghibah, dan ucapan yang sia-sia, ia akan
mengunakan untuk berzikir, membaca Al-Qur'an dan belajar ilmu
b. Perutnya, ia tidak akan berani untuk mengisinya dengan barang-barang haram atau cara-cara haram
c.
Matanya tidak akan memandang yang haram, tidak mau melihatnya karena
ingin memiliki, melainkan untuk mengambil pelajaran dari padanya (begitu
pula dengan telinganya)
d. Tanganya, ia tidak akan mengulurkan tangan untuk menjamah apa-apa yang bukan haknya.
e.Kedua kakinya, tidak akan berani melangkah untuk bermaksiat kepada penciptanya.
f.
Hatinya, ia akan mengusir rasa benci , hasud dan dendam dari padanya,
yang dia rawat hanyalah rasa kasih sayang, dan cinta kepada kebenaran.
g. Ketaatan, ia akan selalu berjuang untuk menjadikan ikhlas karena Allah
4). At-Taqwa
Yaitu
takut kepada kemungkaran Allah ta'ala dan siksaan-Nya dengan
meninggalkan syirik dan berbuat maksiat, mengikhlaskan ibadah hanya
kepada Allah semata dan mentaati seluruh apa yang telah Allah
syariatkan.
Apabila di dalam hati ada mahabbah (cinta)
kepada Allah tentu akan membawa seorang mukmin menerima beban dari
kecintaan ini dan konsekuensi ibadah, diantaranya jihad melawan musuh
Allah, membenci dan meninggalkan musuh Allah
dan bersabar dalam derita di jalan Allah.
Orang-orang
yang melaksanakan perintah Allah, mereka inilah yang dicintai dan
dibela Allah serta yang menjadi walinya. Sesungguhnya Allah mencintai
orang-orang yang berperang dijalan-Nya dengan berbaris seakan-akan
merupakan bangunan yang tersusun. (As-Shaf: 4)
Diantara
lawazim (tuntutan) cinta kepada Allah itu ittiba' (mengikuti)
Rasulullah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: Ittiba' sunnah
Rasulullah dan ittiba' syari'atnya dalam bathin dan dzahir merupakan
kewajiban yang kedudukannya
dibawah cinta kepada Allah. Sedangkan
jihad dijalan-Nya, wala' (loyalitas) kepada para wali-Nya dan bara'
(dibaca barok;artinya memusuhi atau membenci) terhadap musuh-musuh-Nya
merupakan hakekat cinta kepada-Nya.
Adapun kewajiban umat terhadap Nabi Muhammad shalallau 'alaihi wasallam adalah:
1). Beriman kepada Nabi shalallau 'alaihi wasallam.
Allah
memerintahkan beriman kepada Nabi shalallau 'alaihi wasallam
sebagaimana memerintahkan beriman kepada-Nya, malaikat-Nya, dan
kitab-kitab-Nya, hari akhir, taqdir-Nya dan Allah menyertakan pula dosa
dan azab bagi siapa-siapa yang mengingkari. Allah ta'ala berfirman yang
artiya: Wahai oraang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan
kitab-kitab –Nya yang diturunkan kepada rasul-Nya dan kitab-kitab yang
diturunkan sebelumnya dan siapa yang ingkar(kafir) kepada Allah,
Malaikat-malaikat dan Rasul-Nya dan hari Akhir maka sesat dalam dalam
kesesatan yang jauh. (An-Nisa:136).
Anjuran untuk beriman kepada
Rasul shalallau 'alaihi wasallam terdapat pula pada surat Al-Hadid ayat
28, At-Thaghabun ayat 8 , Al-A'raf ayat 158 dan dalam ayat-ayat yang
senada lainnya.
2). Mentaati Rasulullah shalallau 'alaihi
wasallam dan tidak bermaksiat kepadanya. Ketaatan kepada beliau
merupakan tanda iman kepada-Nya, dengan taat kepada beliau berarti taat
terhadap segala apa yang telah di sampaikan Allah ta'ala. Perintah Allah
untuk taat kepada Rasul dalam Al-Qur'an banyak sekali didapati
diantaranya adalah firman Allah ta'ala yang artinya : Hai orang-orang
yang beriman, taatilah Al-Qur'an dan taatilah Rasul-(Nya) dan ulil amri
diantara kamu.(An-Nisa'':59)
Dan firman-Nya yang artinya:
Dan
taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada rasul(Nya) dan
berhatihatilah jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya
kewajiban Rasul kami, hanyalah menyampaikan (amanat) dengan terang.
(Al-Maidah:92).
Dan dalam surat lain seperti pada surat An-Nur ayat 54, Al-Hasyr ayat 7, An-Nur ayat 56, Al-Ahzab ayat 71.
Dan
dalam hadist shahih dari Abu Hurairah Radiyallahu''anhu, Rasulullah
shalallau 'alaihi wasallam bersabda yang artinya: Siapa yang mentaati
saya berarti dia mentaati Allah dan siapa yang durhaka kepada kepada
saya berarti dia durhaka
kepada Allah.(Hadist Bukhari No.7137).
Al-Imam
Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radiyallahu' anhu, bersabda
Rasulullah shalallau 'alaihi wasallam yang artinya : Semua manusia akan
masuk surga kecuali siapa yang enggan itu, Rasulullah menjawab,siapa
yang taat kepadaku masuk surga dan siapa yang durhaka kepadaku itulah
yang enggan. (Shahih Bukhari no.7280).
Ittiba'(mengikuti)
dan mencontoh sunah Nabi shalallau 'alaihi wasallam , maka Allah
menjanjikan hidayah dan maghfirah kepada orang yang ittiba dan mencontoh
sunnahnya, hal ini merupakan tanda cinta terhadap Allah ta'ala yang
artinya Dan ikutlah dia agar kamu sekalian mendapat petunjuk.(Al-A'raf
58).
Mahabbatun Nabi shalallau 'alaihi wasallam
(mencintainya) yakni harus zhahir maupun bathin. Bahkan harus
mendahulukan nabi yang lainnya dalam segala hal. Dalam hadist shahih
dari Anas radhiyallahu'anhu. dia berkata, bersabda Rasulullah yang
artinya:Tidaklah beriman seseorang dari kamu sehingga saya dicintai
daripada anaknya, orangtuanya dan manusia kesemuanya.(Bukhari no.15 dan
Muslim II no.15).
3). Menghormati Nabi shalallau 'alaihi
wasallam mengagungkannya dan mengutamakannya. Allah melarang
mendahulukan pendapat dan pandangan dihadapan Rasulullah yang
bertentangan dengan apa yang dibawa olehnya. Juga melarang mengangkat
atau meninggikan suara di hadapannya tanpa alasan. Allah berfirman yang
artinya: Jangganlah kamu jadikan panggilan Rasulullah sebagai mana
panggilan kamu kepada sebagian kamu yang lain.(An-Nur 63).
4). Kewajiban bertahkim kepada Nabi shalallau ''alaihi wasallam dan rela terhadap hukumnya serta tidak melawan.
Sebagaimana firman Allah : Maka jika kamu berselisih pada satu perkara, kembalikanlah kepada Allah dan Rasulullah.(An-Nisa:59).
5).
Tidak berlebih-lebihan dan menggurangi hak Rasul shalallau ''alaihi
wasallam Allah berfirman yang artinya :Katakanlah, Maha suci tuhanku,
bukanlah saya hanyalah seorang manusia yang diutus. (Al-Isra'' 93).
Demikianlah
gambaran cinta yang hakiki, yaitu cinta yang akan membuahkan hasil
kenikmatan yang sempurna, kenikmatan bertemu dengan kekasih sejati di
alam akhirat, alam kehidupan yang penuh arti. Semoga diri kita termasuk
orang yang memiliki cinta sejati.

0 komentar:
Posting Komentar